ERNAWATI(19010103025)

Nama: Ernawati
Nim: 19010103025
Kelas: MPI A smt. 3

Analisis KEPEMIMPINAN DAN INOVASI LEMBAGA PENDIDIKAN 
(Pengalaman Pondok Gontor VII Putra Sulawesi Tenggara)


Salah satu faktor yang sangat menentukan kesuksesan setiap institusi atau organisasi adalah pemimpin. Maka membicarakan pemimpin tidak akan ada habisnya, lebih-lebih ketika membicarakan mengenai kepemimpinan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, setiap pemimpin di lembaga pendidikan baik di lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, sekolah dan madrasah harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. 



Pemimpin menjadi lokomotif utama perbaikan hidup manusia, yang mana sejatinya kehidupan manusia selalu mengarah  pada fase yang semakin 
meningkat dari waktu ke waktu, dalam konteks individual maupun sosial.
Kecenderungan hakiki tersebut mendapatkan penguatan dalam beberapa
segi, seperti teologis dan sosiologis. Orang-orang Islam umumnya 
memahami sebuah adagium bahwa “hidup itu harus lebih baik hari ini dari
kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari kemarin"


Kepemimpinan(LEADERSHIP) merupakan proses memengaruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah di tugaskan kepada mereka.Target dari usaha-usaha sinergi potensi yang dilakukan pemimipin
adalah pertumbuhan (growth).
Bahwa pertumbuhan sangat tergantung pada inovasi. Inovasi 
didefinisikan dalam sebagai proses mengubah ide menjadi produk dan
layanan komersial. Dengan kata
lain faktor kepemimpinan (leadership) sangat besar pengaruhnya dalam 
inovasi lembaga pendidikan.


Kepemimpinan dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni proses 
dan atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang
dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses di mana para pemimpin
menggunakan pengaruhnya untuk melepas tujuan organisasi bagi para 
pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk
mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya
produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut, kepemimpinan adalah 
kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. 



Di dalam pesantren, kepemimpinan Kiay sebagai figure sentral sangatlah menentukan. 
Walaupun sebagai pesantren modern (khalaf), Pesantren Gontor VII
Kendari juga berupaya melakukan pengelolaan pondok dengan
memperhatikan kecenderungan yang muncul di internal maupun pada 
lingkungan eksternal. menerima santri sebanyak 1500 orang, sesuai dengan
sarana-prasarana dan sumber daya yang telah mengalami peningkatan.
ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pesat dalam pengelolaan
pendidikan di pondok modern Gontor VII Putra Kendari.


Pondok Gontor VII kendari (yang merupakan cabang dari Pondok 
Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur) merupakan salah satu Pondok
Pesantren yang mampu melakukan akselerasi di tengah pesimisme atas 
lembaga pendidikan Islam, baik itu pesantren, madrasah maupun sekolah
Islam. Pondok Gontor VII mampu menjadi magnet dalam pendidikan di
Sulawesi Tenggara dan provinsi sekitarnya. Pada tahun ajaran 2013 santri 
yang aktif mencapai angka 1500 orang dan tahun 2014 telah siap menerima
jumlah yang sama karena fasilitas penunjang telah tersedia.



keunggulan yang menjadi daya tarik besar masyarakat
Sulawesi Tenggara dan sekitarnya untuk memasukkan anak ke Pondok
Gontor VII, seperti: kemampuan dua bahasa (bilingual)
kewirausahaan (entrepreneurship), dimana para santri dilatih untuk terampil
dalam bidang kewirausahaan seperti: peternakan, pertukangan, koperasi, 
pertanian, menjahit. Ketiga, kemandirian keuangan (Chizanah), yakni
penyelenggaraan pondok yang tidak bergantung pada bantuan dari luar
maupun kucuran dana dari pimpinan pusat. Keempat, jaringan antar
lembaga (nerworking), dimana pondok Gontor VII memiliki jaringan antar
lembaga pendidikan, maupun instansi pemerintah, di dalam maupun luar
negeri


Di dalam  kehidupan pondok pesatren gontor tentu berbeda dengan sekolah umum Linnya.  Misalnya Mampu menentukan nasibnya sendiri, segala sikap dan tindakan 
dilakukan atas kehendak diri sendiri tidak tergantung pada orang lain.
Dapat mengendalikan dirinya sendiri, mampu mengontrol dirinya sendiri, 
mampu beradaptasi dengan lingkungan.


Para santri di Pondok dididik melalui proses yang telah dirancang
secara sistematik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan 
mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka
diajari cara belajar yang dapat digunakan untuk membuka gudang
pengetahuan. Kyai sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak 
terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari berbudi tinggi, sehingga
seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta tahu prinsip untuk apa ia 
manambah ilmu.



Dalam artikel tersebut bisa terlihat
Bahwa kepemimpinan dalam pendidikan pondok harus didasari niat 
beribadah kepada Allah SWT